Belajar Alquran
Al Quran merupakan Kitab Suci umat Islam yang diturunkan melalui perantara malaikat Jibril kepada Muhammad SAW. Ia merupakan mu'jizat yang ditinggalkan oleh Rasulullah kepada kita sebagai pedoman hidup ke jalan yang lurus. Membacanya adalah ibadah, bahkan ketika hendak membacanya kita disunnahkan berwudhu terlebih dahulu.
Al Quran pada zaman ke zaman mengalami perkembangan dalam segi penulisannya. Zaid bin Tsabit, seorang sahabat yang pertama yang menulis Al Quran atas perintah Rasul. Singkat cerita, Al Quran pun tersebar ke seluruh penjuru dunia di tangan para Khulafaurrasyidin dan Pemimpin Dinasti-dinasti pada saat itu.
Al Quran dahulunya ditulis tanpa titik dan baris, sulit untuk membedakan satu huruf dengan lainnya. Seiring berjalannya waktu, penulisan Al Quran terus disempurnakan oleh para pahlawan Islam. Hingga pada masa kita sekarang ini, Al Quran telah dilengkapi dengan warna yang berbeda-beda sesuai hukum bacaan yang terkandung dalam setiap katanya, bahkan sampai munculnya akhir-akhir ini Al Quran Elektronik. Semua ini tidak lepas dari tujuan agar mempermudahkan setiap orang dalam belajar membaca Al Quran dengan tajwid dan hukum bacaan yang benar.
Dalam membaca Al Quran, wajib hukumnya membaca dengan makharijul huruf dan tajwid yang benar. Jika belum sampai ilmu makharijul huruf dan ilmu tajwid, wajib baginya untuk segera menuntut ilmu tersebut. Bayangkan saja, surat Al Fatihah adalah salah satu rukun shalat, bagaimana kalau bacaan Al Fatihah yang selama ini dibaca ternyata belum sesuai dengan makharijul huruf dan hukum-hukum dalam ilmu tajwid yang tepat. Semoga kita tidak termasuk dalam orang yang lalai dalam melaksanakan shalat.
Dengan berkembangnya teknologi sekarang ini, ada dua kategori orang dalam mengimplementasikannya. Pertama, mereka yang memanfaatkan perkembangan teknologi ini sebagai sarana dalam ibadah. Sebagai contoh dalam penggunaan MP3, mereka mengisi mp3 dengan bacaan Al Quran dan ceramah-ceramah agama, sehingga ketika mereka sedang break kuliah atau kerja memudahkannya untuk refreshing dengab mendengar lantunan Al Quran. Kedua, mereka yang memanfaatkan sarana teknologi kepada hal yang kurang bermanfaat. Seperti berlarut-larut bergurau di jejaringan sosial sehingga membuang-buang waktu yang seharusnya bisa dipergunakan kepada hal yang baik.
Sehingga tidak jarang kita melihat, tempat-tempat yang dahulunya dipenuhi dengan orang beut Al Quran, sekarang sudah sepi peminat. Taman Pendidikan Al Quran (TPA) banyak yang tutup. Orang yang pandai membaca Al Quran sulit dicari. Ya, efeknya seperti sekarang ini, terbukti bahwa ada beberapa bacaleg yang tidak lulus tes baca Al Quran. Bagaimana negeri ini jika orang yang menjadi utusan Rakyat juga yang memimpinnya jauh dari Al Quran.
Bertalaqqi kepada Guru
Dalam belajar membaca Al Quran tidak bisa secara otodidak. Dibutuhkan guru untuk membimbingnya dari dasar. Urutan dalam mempelajari ilmu tajwid, Ibnu Jazari menuliskan dalam nadham Al Muqaddimah Al Jazariyah, pertama sekali dimulai dari makharijul huruf, kemudian dilanjutkan dengan sifat huruf. Setelah itu mempelajari bermacam mad, hukum nun mati, hukum mim mati, dan seterusnya. Jadi disini guru sangat berperan penting bagi penuntut ilmu dalam belajar membaca Al Quran.
0 komentar:
Posting Komentar